Tampilkan postingan dengan label Kemenag. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kemenag. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Februari 2023

Panja BPIH Apresiasi Idealisme Menag dalam Usulan Biaya HajI

Panja BPIH Apresiasi Idealisme Menag dalam Usulan Biaya HajI

Jakarta (PHU) --- Ketua Panitia Kerja BPIH (Panitia Kerja Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) Marwan Dasopang mengapresiasi keberanian dan idealisme Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam mengusulkan biaya haji 1444 H/2023 M.

Hal tersebut disampaikan Marwan saat membacakan hasil rekomendasi Panja BPIH pada Rapat Kerja Komisi VIII DPR dengan Kementerian Agama di Jakarta, Rabu (15/2/2023). Hadir, anggota komisi VIII dari semua fraksi. Ikut mendampingi Menag, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief, Sekjen Kemenag Nizar, Irjen Kemenag Faisal, para Staf Khusus Menteri Agama dan jajaran Ditjen PHU.

"Kami mengapresiasi keberanian Menteri Agama untuk membuka pandangan kita terhadap keuangan perhajian kita," ujar Marwan.

"Kami memahami bahwa memgusulkan besaran ongkos haji yang mencapai puncak idealisme maupun proporsi yang sepantasnya 70 :30 itu luar biasa dan patut kita apresiasi," lanjutnya.

Dalam Raker bersama Komisi VIII pada 19 Januari 2023, Kementerian Agama mengusulkan rerata BPIH 2023, sebesar Rp98.893.909,11 dengan komposisi Bipih sebesar Rp69.193.734,00 (70%) dan nilai manfaat (optimalisasi) sebesar Rp29.700.175,11 (30%). Usulan ini berangkat dari pentingnya memperhatikan aspek keadilan dan kesinambungan pengelolaan dana haji dalam kebijakan pemanfaatan hasil pengembangan dana haji atau nilai manfaat. 

Meski komposisi BPIH yang di usulkan Kementerian Agama cukup ideal, kata Marwan, Panja masih melakukan pengkajian lebih lanjut serta disesuaikan dengan kondisi saat ini. Panja BPIH  selanjutnya melakukan beberapa penyesuaian.

“Usulan Menag kami pandang sebagai sesuatu yang ideal, tapi belum bisa dilakukan, karena prosesnya harus gradual atau bertahap,” ujarnya. 

“Atas keberanian Menag dan keberanian untuk menanggung risiko adalah keberanian yang patut diacungi (jempol),” tandasnya.

Penulis
Kurniawan

Biaya Haji Disepakati Rata-rata Rp90 Juta, Menag Ingatkan Keberlangsungan Nilai Manfaat

Biaya Haji Disepakati Rata-rata Rp90 Juta, Menag Ingatkan Keberlangsungan Nilai Manfaat

Jakarta (PHU) - Pemerintah dan Komisi VIII DPR telah menyepakati besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1444 H/2023 M dengan rata-rata Rp90.050.637,26 per jemaah haji reguler. 

Angka ini terdiri atas dua komponen, yaitu Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang ditanggung jemaah dengan rata-rata Rp49.812.700,26 (55,3%) dan penggunaan nilai manfaat per Jemaah sebesar Rp40.237.937 (44,7%). Dengan skema ini, penggunaan dana nilai manfaat keuangan haji secara keseluruhan sebesar Rp8.090.360.327.213,67

Kesepakatan ini diperoleh setelah Panitia Kerja (Panja) BPIH 1444 H/2023 M melakukan serangkaian diskusi panjang, membahas usulan biaya haji pemerintah. Pada 19 Januari 2023, pemerintah mengajukan usulan BPIH dengan rata-rata sebesar Rp98.893.909,11 dengan komposisi Bipih sebesar Rp69.193.734,00 (70%) dan nilai manfaat (optimalisasi) sebesar Rp29.700.175,11 (30%).

“Hari ini kita telah menyepakati biaya haji reguler. Rata-rata jemaah akan membayar Rp49,8 juta rupiah dengan penggunaan dana nilai manfaat mencapai Rp8,090 triliun. Kesepakatan ini sebagai hasil pembahasan atas skema usulan pemerintah dengan jemaah membayar Rp69 juta dan penggunaan nilai manfaat Rp5,9 triliun,” terang Menag Yaqut Cholil Qoumas di Jakarta, Rabu (15/2/2023).

“Disepakati juga adanya afirmasi khusus bagi jemaah lunas tunda tahun 2020 dan dibutuhkan tambahan nilai manfaat mencapai Rp845 miliar. Sehingga, dana nilai manfaat yang dibutuhkan mencapai Rp8,9 triliun,” sambungnya.

Dijelaskan Menag, usulan awal pemerintah berangkat dari pentingnya memperhatikan aspek keadilan dan kesinambungan pengelolaan dana haji dalam kebijakan pemanfaatan hasil pengembangan dana haji atau nilai manfaat. Karenanya, besaran penggunaan nilai manfaat yang diusulkan saat itu hanya berkisar 30%. Namun, setelah melalui serangkaian pembahasan, muncul sejumlah alternatif pemikiran yang perlu dielaborasi dan didiskusikan, antara lain efisiensi dalam pengelolaan BPIH serta peningkatan Bipih secara gradual untuk mencapai konsep istitha’ah.

“Dinamika yang terjadi selama proses pembahasan dengan perbedaan pendapat di antara kita merupakan cerminan dari wujud demokrasi, sekaligus menunjukkan betapa besar keinginan dan harapan kita untuk senantiasa berupaya meningkatkan pelayanan kepada jemaah haji. Komitmen untuk terus memperjuangkan peningkatan pelayanan kepada jemaah haji ini semoga dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan di masa-masa mendatang,” tegasnya.

“Saya bersyukur dengan adanya kebijakan politik bahwa prosentase Bipih lebih besar dari nilai manfaat, meski komposisinya belum sepenuhnya ideal. Saya kira ini menjadi momentum kita untuk mengarah pada skema perhajian yang lebih proporsional,” lanjutnya.

Menag bersyukur, setelah melalui serangkaian pembahasan ada sejumlah efisiensi yang disepakati. Misalnya, nilai kurs Dollar dan Riyal disepakati ada penurunan. Usulan DPR untuk mengurangi layanan katering jemaah dari yang awalnya tiga kali hanya menjadi dua kali makan juga disepakati. Dalam rapat Panja juga disepakati besaran living cost di angka 750 riyal.

“Dari proses diskusi dan pembahasan itu, jemaah tahun ini akan membayar biaya haji rata-rata Rp49,8 juta. Untuk yang jemaah lunas tunda tahun 2020 tidak usah menambah biaya pelunasan,” sebutnya.

“Hasil kesepakatan ini selanjutnya akan diusulkan kepada Presiden untuk diterbitkan Keputusan Presiden tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji,” sambungnya.

Terkait penggunaan nilai manfaat, Menag mendorong Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) untuk melakukan optimalisasi pengelolaan dana haji pada tahun-tahun mendatang. Langkah progresif BPKH sangat diperlukan untuk memastikan dana nilai manfaat yang juga menjadi hak lebih 5 juta jemaah haji yang masih mengantri bisa terus berkesinambungan dan bisa digunakan oleh mereka pada saat keberangkatannya.

“Kesinambungan nilai manfaat perlu menjadi perhatian kita bersama. Penyelenggaraan haji akan terus berlangsung di masa-masa mendatang. Ada antrean lebih 5 juta jemaah yang juga berhak atas nilai manfaat dari hasil pengelolaan dana setoran awal mereka,” pesannya.

Saat ini, kata Menag, kemampuan BPKH mengalokasikan nilai manfaat maksimal hanya Rp7,1 triliun. Beruntung BPKH punya saldo Rp15 triliun hasil pengelolaan tahun 2020 dan 2021 saat tidak ada penyelenggaraan ibadah haji. Tahun 2022, saldo itu sudah digunakan untuk menutup pembayaran kenaikan biaya Masyair dan kekurangan lainya hingga hampir Rp2 triliun. Tahun ini, saldo yang ada juga akan terambil hampir Rp2 triliun.

“Hal ini perlu menjadi perhatian bersama. BPKH harus lebih produktif. Jika skema defisit Rp2 triliun per tahun ini terus berjalan, saldo BPKH bisa habis dalam lima tahun ke depan. Inilah pentingnya mulai memperhatikan keberadilan dan keberlanjutan nilai manfaat. Sebab, anggaran nilai manfaat juga hak jutaan jemaah yang masih antre,” tegasnya.

Di banding tahun sebelumnya, proses pembahasan BPIH tahun ini bisa berlangsung lebih awal. Sehingga baik Kemenag maupun Komisi VIII DPR memiliki cukup waktu untuk melakukan telaah atas usulan biaya yang disampaikan.

“Kami sampaikan apresiasi dan penghargaan kepada pimpinan dan anggota Komisi VIII DPR-RI yang terus memberikan perhatian dan dukungan terhadap upaya peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji dari tahun ke tahun,” tandasnya.

Penulis
Rilis Kemenag

Wujudkan Pelayanan Prima, PHU Kemenag Bantul Gelar "Dapor Saji"

Wujudkan Pelayanan Prima, PHU Kemenag Bantul Gelar "Dapor Saji"

Bantul (PHU) – Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul (Kankemenag Bantul) melakukan pendampingan pembuatan paspor untuk jemaah haji Kabupaten Bantul yang diperkirakan akan berangkat tahun ini (1444H/2023M). Pendampingan ini berlangsung selama tujuh hari kerja, mulai tanggal 6 s.d. 14 Februari 2023 di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta.

Pendampingan ini sebagai realisasi dari salah satu inovasi pelayanan haji di Seksi PHU Kankemenag Bantul, yaitu Dapor Saji. Dapor Saji merupakan akronim dari Pendampingan Pembuatan Paspor Haji. Inovasi ini dapat terlaksana atas kerja sama antara Seksi PHU Kankemenag Bantul dan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta.

Seksi PHU Kankemenag Bantul melakukan pendampingan kepada jemaah untuk pengurusan paspor haji ke Kantor Imigrasi. Program ini sangat membantu dan memudahkan jemaah dalam proses pembuatan, perpanjangan, atau pun perubahan data paspor haji. Petugas akan mendampingi hingga pengurusan paspor haji selesai.

Sebelumnya persyaratan pembuatan paspor para jemaah sudah dikumpulkan secara kolektif di Kankemenag Bantul maupun melalui KUA. Jadi dalam pendampingan ini, jemaah haji langsung datang ke Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta untuk tahap perekaman foto paspor.

Pelayanan perekaman foto ini dilakukan di luar jam operasional Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta, mulai pukul 16.00 sampai kurang lebih menjelang waktu Maghrib. Dapor Saji yang dilaksanakan 7 (tujuh) hari kerja ini mendampingi sebanyak 333 jemaah, dengan pelayanan 50 jemaah per harinya.

Penulis
Humas Kemenag Bantul

Selasa, 14 Februari 2023

Kemenag Gelar FGD Persiapan Keberangkatan dan Kepulangan Jemaah Haji Padang Panjang Tahun 2023

Kemenag Gelar FGD Persiapan Keberangkatan dan Kepulangan Jemaah Haji Padang Panjang Tahun 2023

Padang Panjang (PHU)--Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Panjang H. Alizar Datuak Sindo Nan Tongga membuka secara resmi 
Focus Group Discussion (FGD) pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji Tahun 1444 Hijriyah / 2023 Masehi, Selasa (14/02/2023).

FGD dilaksanakan bersama unsur lintas Sektoral di ruang pertemuan Hotel Pangeran Padang Panjang.

Dalam sambutannya Kakankemenag Kota Padang Panjang menyampaikan bahwa kegiatan dilaksanakan untuk langkah awal  sosialisasi kepada masyarakat dan pihak terkait.

“Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun ini telah dibahas dan masih berlangsung oleh pihak terkait di tingkat pusat, kita di daerah dihimbau sabar dan bijak menyikapi setiap informasi yang ada,” ujarnya.

“Secara prinsip tentunya kita mendukung setiap kebijakan yang diputuskan oleh pemerintah melalui Kementerian Agama. Hal ini telah dikaji demi kemaslahatan bersama,” pungkasnya.

Setelah dibuka oleh Kepala, diskusi dilanjutkan bersama seluruh unsur lintas sektoral, dipimpin langsung oleh Kasi PHU Kankemenag Kota Padang Panjang Editiawarman.

Dikatakan Editiawarman, dalam Rapat Kerja bersama Komisi VIII DPR RI, Menteri Agama membahas agenda persiapan penyelenggaraan ibadah haji termasuk biaya perjalanan ibadah haji.

“Kementerian Agama mengusulkan rerata Biaya Perjalanan Ibadah Haji 1444 H/2023 M sebesar Rp69.193.733,60. Jumlah ini 70 persen dari usulan rata-rata Bipih yang mencapai Rp98.893.909,11,” ulasnya.

“Usulan ini merupakan langkah bijak yang diambil Menteri Agama untuk melindungi hak jutaan jemaah haji yang saat ini sudah menunggu antrian bertahun tahun lamanya,” sambungnya.

Dijelaskannya, pada dasarnya kenaikan biaya ibadah haji itu tidak terlalu signifikan. Namun nilai manfaat dari dana haji (subsidi)-nya yang dikurangi. Sehingga persentasi pelunasan bagi jemaah haji mengalami kenaikan.

“Dibandingkan tahun sebelumnya, usulan Bipih 2023 hanya naik Rp. 514.888,02. Namun, secara komposisi, ada perubahan signifikan antara komponen Bipih yang harus dibayarkan jemaah dan komponen yang anggarannya dialokasikan dari nilai manfaat (optimalisasi),” jelas Editiawarman.

Untuk itu, Ia berpesan kepada unsur sektoral yang hadir, meneruskan kepada masyarakat dan jemaah haji, khususnya untuk Kota Padang Panjang untuk tetap bersabar dan bijak dalam menyikapi setiap informasi. Karena akan banyak kesimpangsiuran berita yang beredar di media massa dan media sosial (Hoax).

“Saya mengimbau seluruh masyarakat terutama jemaah haji agar menunggu pengumuman dan kepastian Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) dari pemerintah. Karena ini masih dalam tahap usulan, belum keputusan final,” pungkasnya mengingatkan.

Hadir dalam FGD ini, sebagai persiapan pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji Kota Padang Panjang, seluruh undangan dan pihak terkait.

Turut hadir dari Dinas Kesehatan, Kapolres, Dinas Perhubungan, Disdukcapil, Kepala KUA, Kesra Setdako Padang Panjang, KBIHU, Bank Persepsi beserta unsur lainnya. (Adi)

Penulis
Supriadi

Ditjen PHU Gelar Identifikasi dan Pemetaan Masalah Haji di Aceh

Gelar Identifikasi dan Pemetaan Masalah Haji

Banda Aceh (PHU) --- Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) menggelar
 Indentifikasi dan Pemetaan Masalah Haji di Aceh. Kegiatan diselenggarakan dalam rangka identifikasi dan pemetaan masalah haji pada pelaksanaan ibadah haji dalam negeri,

berlangsung dari 13 s.d 15 Februari 2023 di Asrama Haji Embarkasi Aceh.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Aceh, Iqbal, mengatakan secara berturut-turut sejak tahun 2017 hingga 2019 jemaah haji Aceh berjumlah 4.393 orang. Jumlah ini terjadi sebelum terjadinya pandemi Covid-19.

“Namun tahun 2020 dan tahun 2021, seluruh jemaah haji dunia tidak diberangkatkan menunaikan ibadah haji ke Arab Saudi, akibat pandemi dan larangan dari pemerintah Arab Saudi. Pasca pandemi, perdana tahun 2022, jemaah haji dapat berangkat sekitar 50 persen, dengan jumlah Jemaah 1.999 orang,” kata Iqbal dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi di Asrama Haji Embarkasi Aceh pada Senin (13/2/2023).

"Dan Alhamdulillah, tahun 2023 ini Indonesia mendapat kuota haji penuh (221.000), untuk Provinsi Aceh sendiri sebanyak 4.393 jemaah. Tentu kita bersyukur atas anugerah ini," sambung Iqbal.

Ia juga menjelaskan saat ini waiting list jemaah haji Aceh mencapai 134.013 orang dengan masa tunggu 32 tahun.

Menurutnya, profil waiting list jemaah haji Aceh didominasi oleh perempuan dengan jumlah 58.60 persen, sementara jemaah laki-laki sebesar 41.40 persen.

Iqbal kemudian memaparkan tentang living cost dan komponen BPIH pada musim haji 1444 H/2023 M.

“Kita berdoa tahun ini, pemberangkatan hingga pemulangan jemaah haji Indonesia berlangsung dengan lancar dan tertib, sesuai dengan RPH yang telah diterbitkan Kementerian Agama melalui Ditjen PHU, tentu dengan usaha kerja keras, koordinasi dan ikhtiar kita semua secara bersama-sama,” imbuhnya.

Ia kembali mengingatkan kepada semua Kepala Kantor Kemenag Kab./Kota se-Aceh untuk pro-aktif melakukan sosialisasi terkait aturan baru perhajian, termasuk tentang rencana kenaikan biaya haji tahun 2023.

“Kita harus menjadi filter dan kooperatif. Jangan malah terjebak dengan hoaks yang beredar dengan cepat,” ajaknya.

"Kebijakan formulasi komponen BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) yang disampaikan Menteri Agama adalah untuk kemaslahatan dan kemanfaatan yang lebih berkeadilan bagi seluruh calon jemaah baik yang akan berangkat maupun yang belum, dan harus menunggu masa antrian," pungkas Iqbal.

Turut hadir, Kepala Sub Direktorat Advokasi Haji Direktorat Bina Haji pada Ditjen PHU, Haryanto, mengapresiasi dan menyatakan itikad baik dari jajaran Kanwil Kemenag Aceh dalam berikhtiar memberikan layanan haji dan umrah bagi jemaah di Aceh.

“Yang kita lakukan adalah untuk memberikan layanan terbaik dan memuaskan bagi jemaah haji, mulai dari embarkasi, di Arab Saudi hingga debarkasi,” ucap Haryanto.

Haryanto mengajak jajaran Kemenag Aceh untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan sektor terkait menjelang pemberangkatan jemaah haji tahun 2023.

Ia menyebutkan, Kemenag punya peran penting dalam perhajian. "Dan RPH menjadi pedoman bagi kita semua di pusat dan daerah dalam menuntaskan dan menyukseskan penyelenggaran ibadah haji," tegasnya.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Aceh, Arijal, mengatakan dalam rangka menghadapi musim haji tahun ini, jajarannya saat ini sedang mempersiapkan berbagai kebutuhan dan skema mitigasi pemberangkatan jemaah haji melalui koordinasi hingga ke tingkat Kab./Kota di Aceh.

Untuk itu, Arijal menekankan agar pelayanan haji kepada jamaah pada tahun 2023 bisa dipertahankan dan ditingkatkan dengan predikat yang lebih memuaskan.

Penulis
Inmas Aceh

Kemenag Gelar Rakor dan Simulasi Layanan Keberangkatan dan Kepulangan Jemaah Haji di Asrama Haji Indramayu dan Bandara Kertajati

Kemenag Gelar Rakor dan Simulasi Layanan Keberangkatan dan Kepulangan Jemaah Haji

Indramayu (PHU)--Kementerian Agama bersama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kementerian Perhubungan, Kementerian Hukum dan HAM, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Otoritas Bandara, Angkasa Pura serta Perwakilan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati melakukan rapat koordinasi dan simulasi layanan untuk keberangkatan dan kepulangan jemaah haji yang nantinya akan mempergunakan Asrama Haji Indramayu dan Bandara Kertajati sebagai embarkasi haji.

Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Saiful Mujab mengatakan simulasi ini dalam rangka persiapan penyelenggaraan ibadah haji Tahun 1444H/2023M, khususnya penyiapan Bandara Kertajati sebagai Embarkasi Haji. Selain itu GACA dalam waktu dekat juga akan melakukan kunjungan ke Bandara Kertajati dan Asrama Haji untuk memastikan kesiapannya.
__

"Sesuai dengan komitmen bersama semua pihak, kita perlu melaksanakan rapat koordinasi dan simulasi layanan keberangkatan/kepulangan jemaah haji di Asrama Haji Indramayu ini," kata Saiful di Indramayu. Sabtu (11/2/2023).

Selain itu, kata dia, rapat koordinasi ini juga akan mempersiapkan rencana kunjungan General Authority of Civil Aviation (GACA) Arab Saudi ke Asrama Haji Indramayu dan Bandara Kertajati.

"Direncanakan tanggal 15 (Februari-red) nanti pihak GACA akan berkunjung ke Asrama Haji Indramayu ada ke Bandara Kertajati untuk melihat kesiapan Penyelenggaraan haji tahun ini," terangnya.

"Saya berharap agar rapat persiapan ini benar-benar menjadi evaluasi guna kelancaran pemberangkatan Jemaah. Termasuk memastikan posisi proses custom, immigration, and quarantine (CIQ), agar tidak menyulitkan selama proses pemberangkatan jemaah haji,” imbuhnya.

Sementara Kepala Biro Kesra Pemerintahan Provinsi Jawa Barat Barnas Adjidin yang turut hadir dalam rapat tersebut menyampaikan apresiasinya terkait percepatan dan kesiapan Penyelenggaraan haji yang akan dilaksanakan di Asrama Haji Indramayu dan Bandara Kertajati ini, ia pun meminta seluruh instansi terkait untuk mempersiapkan segala layanan serta sarana dan prasarananya.

“Terima kasih mewakili Pemprov Jabar atas percepatan dan kesiapan serta kerja keras dalam kelangsungan pemberangkatan ibadah haji. Dalam hal sisi pelayanan di embarkasi ini harus juga dipersiapkan secara strukturalnya. Jangan lupa sebelum itu seluruh sarana harus di cek kembali,” ungkap Barnas.
__

Pelayanan dan kesiapan pemberangkatan Ibadah Haji ini juga menjadi perhatian khusus dari Kakanwil Kemenag Jabar Ajam Mustajam. Ia mengungkap sesuai rencana akan ada lebih dari 7.900 jamaah yang diberangkatkan dari Asrama Haji Indramayu. “Jemaah berasal dari Kota Cirebon, Kab. Cirebon, Kab. Indramayu, Kab. Majalengka, Kab. Subang , Kab. Sumedang, dan Kab. Kuningan”, imbuh Kakanwil.

"Maka dari itu seluruh persiapan pemberangkatan ini harus benar-benar matang. Termasuk hal kecil seperti gelang identitas yang harus sama dengan paspor serta lahan parkir di Asrama Haji Indramayu ini," ujarnya.

Pertemuan ini ditutup dengan peninjauan langsung kesiapan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Seluruh pihak terkait langsung melakukan simulasi sederhana untuk melihat rute dan fasilitas kesiapan bandara.

Penulis
Husni Anggoro

Kakanwil Kemenag Kalbar Resmikan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji Daerah Perbatasan

Kemenag Kalbar Resmikan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji Daerah Perbatasan

Sanggau (PHU) --- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Muhajirin Yanis, meresmikan pemanfaatan dan penggunaan Gedung Balai Nikah dan Bimbingan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kecamatan Entikong Kabupaten Sanggau pada Jum'at (10/2/2023).

Dalam sambutannya, Muhajirin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sanggau dan kepada semua pihak terkait, seperti Forkopimcam, yang telah bekerja sama menyelesaikan pembangunan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji melalui program SBSN Tahun 2022. 

“Kehadiran Gedung KUA Kecamatan Entikong ini tidak hanya berfungsi sebagai Balai Nikah dan Bimbingan Manasik Haji saja, akan tetapi layanan keagamaan juga bisa dilayani di KUA sebagai etalase urusan agama serta menjadi ujung tombak pelayanan di masyarakat,” jelas Muhajirin. 

Selanjutnya, Muhajirin menyatakan bahwa program pembangunan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Kecamatan di Indonesia merupakan salah satu bentuk keseriusan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama, untuk memberikan layanan terbaik kepada umat melalui program Revitalisasi KUA di Kecamatan.

Tidak hanya itu, Muhajirin menyatakan pihaknya juga memberikan kesempatan kepada Forkopimcam untuk memanfaatkan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Kecamatan Entikong sebagai tempat pertemuan lintas sektoral di tingkat kecamatan, mengingat di sana tersedia ruang pertemuan dengan fasilitas yang memadai.

“Saya berharap para penyuluh agama di Kecamatan Entikong bisa memanfaatkan gedung KUA yang baru ini sebagai tempat pertemuan dan pembinaan kepada masyarakat,” harap Muhajirin.

Turut hadir pada acara tersebut, Kepala Kemenag Kabupaten Sanggau Anuar Achmad, Kabag TU Kanwil Kemenag Kalbar Kaharudin, Kabid Urais Ekhsan, Kabid Penmad Kamaludin, serta Para Ketua Tim Kerja Kanwil Kemenag Kalbar dan pengurus DWP Kanwil Kemenag Kalbar.

Penulis
Irwanto/Humas Kemenag Kalbar

Pastikan Kesiapan Musim Haji 1444 H, Kemenag Pessel Gelar Rakor Bersama Dinkes dan BPS Bipih

Pastikan Kesiapan Musim Haji

Painan (PHU) -- Untuk mematangkan persiapan penyelenggaraan Ibadah Haji musim haji 1444 H/ 2023 M, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Selatan menggelar rapat koordinasi persiapan pelaksanaan haji di ruang rapat kepala, Kamis (9/2/2023).

Rapat diikuti oleh Kasubbag TU, Yossef Yuda, Kepala Seksi PHU, Betriadi, beserta pelaksana, Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan, serta Bank Penerima Setoran Haji (BPS), yakni dari BSI, Bank Nagari Painan dan Bank Nagari Tapan.

Rapat koordinasi digelar bertujuan dalam rangka membahas persiapan penyelenggaraan ibadah haji musim haji 1444 H/ 2023 M.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Selatan, Abrar Munanda dalam sambutannya menjelaskan tentang pentingnya persiapan menjelang musim haji tahun 1444 H, hal ini tentunya terkait dengan peran dari berbagai pihak yang akan bersentuhan langsung dengan pelayanan para jemaah haji.

"Ini adalah bentuk dari kerja sama kita dalam rangka membahas langkah-langkah strategis apa yang perlu dipersiapkan dalam menghadapi musim haji tahun ini," ujarnya.

Abrar Munanda mengatakan pada tahun 2023 jemaah haji Kabupaten Pesisir Selatan mendapatkan kuota sebanyak 131 orang. Dari jumlah tersebut diantaranya merupakan lansia sehingga perlu penanganan lebih khusus.

"Ada sekitar 70 persen jemaah haji kategori lansia. Lansia ini berusia di atas 65 tahun," kata Abrar.

Abrar Munanda mengharapkan kepada Dinas Kesehatan untuk berusaha seoptimal mungkin untuk memberikan pelayanan terbaik karena sangat diperlukan pemeriksaan yang intens terhadap kesehatan bagi jamaah tersebut, terutama bagi jemaah yang lansia.

Pada kesempatan itu Abrar Munanda juga menyampaikan kebijakan terhadap pembinaan jemaah haji, seperti pelaksanaan manasik yang dilakukan oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) dan yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama melalui Seksi PHU atau dari Program Jendela Hati yang merupakan Inovasi Pelayanan Publik yang dilaunching oleh Kemenag Pessel terkait dengan penyelenggaraan haji.

Abrar berharap kepada segenap jajaran yang terkait agar siap dan sigap, mulai dari pendaftaran dan pelunasan para jemaah di bank, juga terkait dengan kesehatan jemaah, hingga pelaksanaan musim haji 1444 H dapat berjalan dengan baik dan lancar, mulai dari persiapan keberangkatan sampai pemulangan jemaah nantinya.

Sementara itu dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan Al Laily Fitri, didampingi Ira Nuraida, Petugas Haji Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan mengatakan, bahwa pihaknya telah mulai melaksanakan pemeriksaan kesehatan jemaah tahap satu sesuai dengan wilayah kerja masing-masing puskesmas di setiap kecamatan.

Laily lalu mengimbau agar semua jamaah segera memeriksakan kesehatan, karena dikhawatirkan kalau ada jamaah menderita penyakit kronis 

"Kita mengimbau kepada seluruh jamaah untuk segera memeriksakan kesehatannya, karena dikhawatirkan nanti jika ada jamaah yang menderita penyakit kronis. Dan jika itu memang ada maka akan dilanjutkan dengan pemeriksaan tahap kedua di rumah sakit," ujarnya.

Selain itu juga diminta kepada para jamaah, agar segera melakukan vaksin booster ketiga.

Kemudian dari pihak Bank Penerima Setoran pada intinya siap mendukung semua program pembinaan jemaah yang dilakukan oleh Kemenag Pessel melalui program Jendela hati.

 

"Kami siap bersinergi dalam mensukseskan program haji baik dalam bentuk dukungan bimbingan manasik setiap wilayah kerja mereka masing-masing dan juga mendukung melalui program aplikasi Siti Haji yang dikembangkan oleh Kemenag Pessel," ujar Kepala BSI Cabang Painan, Hendar Prasetyo. (zn)

Penulis
Kemenag Pessel

Tingkatkan Layanan Publik, Ditjen PHU Rencanakan Ruang Konsultasi dan Advokasi Haji

Tingkatkan Layanan Publik, Ditjen PHU Rencanakan Ruang Konsultasi dan Advokasi Haji


Jakarta (PHU) --- Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) berencana akan menghadirkan Ruang Konsultasi dan Advokasi Haji, atau RUKOSIJI. Ruang ini nantinya difungsikan untuk meningkatkan pelayanan publik. Hal ini disampaikan langsung Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Advokasi Haji pada Ditjen PHU, Haryanto, di Jakarta pada Jum’at (10/2/2023). 

“RUKOSIJI, atau Ruang Konsultasi dan Advokasi Haji, dilatarbelakangi oleh tugas utama kita yaitu untuk meningkatkan pelayanan publik kepada jemaah haji. Adanya harapan dari para jemaah terhadap kemampuan penyelenggara dalam melayani juga menjadi salah satu latar belakang untuk dihadirkannya RUKOSIJI ini,” ungkap Haryanto. 

Ia menyebutkan hadirnya ruang konsultasi sebagai salah satu upaya peningkatan pelayanan publik juga dapat menjadi sarana bagi jemaah haji untuk ikut terlibat di dalamnya.  

“Pelibatan jemaah haji dalam pelayanan publik juga penting. Harapannya, ruang yang kita hadirkan nanti dapat menjawab isu-isu publik yang berkembang di masyarakat terkait haji. Di dalamnya juga akan kita tugaskan tim untuk menjawab permasalahan dan menyampaikannya secara bijak dan transparan,” pungkas Haryanto. 

Pada kesempatan yang sama, Direktur Bina Haji Arsad Hidayat menyampaikan dukungannya terkait rencana hadirnya RUKOSIJI ini. 

“Kita harus membuat ruang dimana orang-orang bisa menyampaikan aspirasi serta melakukan konsultasi dan advokasi haji. Oleh karena itu, ide RUKOSIJI ini sangat bagus untuk mengakomodir kebutuhan kita akan ruang tersebut,” ujar Arsad. 

Ia kemudian menyampaikan kedepannya ruang konsultasi dan advokasi ini diharapkan tidak hanya hadir dalam bentuk fisik, namun juga secara daring. 

“Jadi tidak hanya dalam bentuk ruang fisik, tapi juga bisa di ‘ruang maya’ dalam bentuk saluran siaga atau hotline. Dengan ini orang bisa masuk kapan saja. Karena mau ada isu atau tidak, ruang konsultasi ini harus tetap selalu ada,” tandas Arsad. 

Untuk itu, ia menilai ruang konsultasi dan advokasi haji ini harus direncanakan secara matang, mulai dari identifikasi kebutuhan, tahapan mekanisme kerja, penugasan tim, pengelolaan kinerja, hingga pemanfaatan teknologi informasi.

Penulis
Mustarini Bella Vitiara

Jumat, 10 Februari 2023

Kemenag Aceh bekerjasama dengan UIN Ar-Raniry Kembali Gelar Program Sertifikasi Bimsik Haji dan Umrah

Kemenag Aceh bekerjasama dengan UIN Ar-Raniry Kembali Gelar Program Sertifikasi Bimsik Haji dan Umrah

Banda Aceh (PHU)--Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh melalui Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) dan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry lanjutkan Program Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji dan Umrah Secara Mandiri.

Program dsertifikasi ini merupakan angkatan perdana 2023, dan lanjutan dari program sebelumnya yang pernah sukses di UPT Asrama Haji, sebelum puncaknya pandemi. 

Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji dan Umrah kali ini mengambil tempat di Hotel Al-Hanifi Banda Aceh, dan akan berlangsung hingga Senin (13/2/2023), dengan target tercapainya 75 jam pelajaran.  Acara resmi dibuka oleh Rektor UIN Ar-Raniry, dalam hal ini diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Saifullah Idris

Analis Kebijakan Ahli Muda pada Seksi Bina Penyelenggara Umrah dan Haji Khusus Bidang PHU, Azhar mewakili Kanwil Kemenag Aceh melaporkan, bahwa kerjasama ini cukup strategis antara UIN Ar-Raniry dan Kanwil Kemenag Aceh dalam melahirkan pembimbing manasik haji dan umrah yang bersertifikat/terstandar. 

Dekan FDK Kusmawati Hatta menyampaikan dan mengulangi apa yang disebutkan Ustadz Azhar, bahwa kegiatan ini direncanakan akan akan ada tahap kedua dan ketiga dalam tahun ini. 

Dalam sambutannya ia menjelaskan, bahwa saat ini semuanya harus terstandar, sehingga sertifikasi haji dan umrah ini menjadi salah satu upaya dalam mewujudkan standarisasi petugas/pembimbing haji dan umrah. 

Sementara itu Kegiatan ini diikuti oleh 33 peserta dari berbagai daerah, baik dari Provinsi Aceh dan luar Aceh.

"Saya senang bisa bergabung dengan program di Aceh, moga bisa lulus," harap Ramlan, asal Medan. 

Peserta terdiri dari berbagai unsur, di antaranya Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), travel haji dan umrah, akademisi dan pegawai Kemenag.

Keterangan ini sebagaimana disampaikan oleh Abizal M Yati, selaku Asesor Sertifikasi Haji dan Umrah yang didampingi Sabirin selaku Ketua Panitia dan juga Wakil Dekan III FDK UIN Ar-Raniry, Asesor lainnya, Azhar (Kanwil) dan Mukhlis (UIN). 


Penulis Yakub

Editor Husni Anggoro

Sumber artikel
https://haji.kemenag.go.id/v4/gandeng-uin-ar-raniry-kemenag-aceh-kembali-gelar-program-sertifikasi-bimsik-haji-dan-umrah

Kemenag Ingatkan Komitmen Pelayanan Petugas Haji

 

Jakarta (Kemenag) - Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama akan segera menggelar seleksi Petugas Haji Daerah (PHD). Dirjen PHU Hilman Latief mengingatkan pentingnya komitmen pelayanan petugas dalam melayani jemaah haji. 

Hilman Latief mengapresiasi daerah yang telah memilih PHD yang memiliki semangat yang tinggi dalam melayani dan bukan untuk dilayani. “Kepala Biro Kesra telah membawa semangat memilah dan memilih calon PHD yang memiliki semangat melayani jemaah, bukan dilayani, karena tugasnya melayani tamu Allah namun saat di Tanah Suci kebalik malah dilayani. Kami minta komitmen itu,” kata Hilman dalam Sinkronisasi dan Rapat Teknis Admin Seleksi Calon Petugas Haji Daerah di Jakarta, Kamis (9/2/2023).

Hilman mengatakan, salah satu upaya perbaikan yang dilakukan di era normal adalah memperbaiki model seleksi perekrutan calon petugas haji. Terobosan ini penting mengingat tugas mereka tidak mudah.

Pada musim haji tahun 1444H/2023M, ada sekitar 64 ribu jemaah haji lanjut usia (lansia) yang harus difasilitasi dan dilayani. “Berdasarkan data yang kami miliki bahwa tahun ini ada kurang lebih 62ribu jemaah lanjut usia (lansia) yang harus kita fasilitas dan kita layani. Oleh karena itu kami mempersiapkan berbagai hal terkait mitigasi layanan lansia dengan standar, aspek kesehatan maupun layanan umumnya,” terang Hilman.

Petugas haji, sambung Hilman, akan diberikan wawasan khusus dalam menangani jemaah lansia. Tahun ini Kemenag memiliki tagline Haji Ramah Lansia.

“Petugas harus mempunyai semangat dan antusiasme yang tinggi serta mampu berkomunikasi dengan orang tua dengan menggunakan bahasa yang baik, dan memuliakannya atau ramah lansia," sebutnya. 

“Tantangan ke depan adalah pelayanan lansia yang penuh dengan antusiasme, tenaga full, energic serta bisa berbicara dengan orangtua menggunakan bahasa yang baik," sambungnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Bina Haji Arsad Hidayat serta Kepala Sub Direktorat Bina Petugas Muhammad Khanif, 34 Kepala Biro Kesra Sektetaris Daerah, para Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Agama Provinsi seluruh Indonesia.

Penulis
Ranita Erlanti Harahap

Kamis, 09 Februari 2023

Kemenag Ditjen PHU Gandeng PTKIN dan Kanwil Berencana mensosialisasikan konsep Istitha’ah (kemampuan)


Surabaya (PHU)—Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama akan melibatkan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri serta Kantor Wilayah Kemenag Provinsi untuk mensosialisasikan konsep Istitha’ah (kemampuan).

Demikian diungkapkan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief saat memaparkan Program Prioritas Pencapaian Visi dan Outlook 2023 pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agama tahun 2023 di Surabaya. Minggu (5/2/2023).

“Kepada Kanwil dan PTKIN nantinya ada isu-isu yang bisa dieksplore yang diantaranya adalah konsep Itithaah yang lebih komprehensif bahwa hasilnya lembaga BPKH dan Kemenag dalam konteks Penyelenggaraan Haji adalah bagaimana mengistitha’ahkan yang rasional,” kata Hilman.

Sejak tahun 2022, kata Hilman, Kemenag sudah melakukan antisipasi dengan melakukan beberapa kajian yang intensif, mengundang para pakar, mengadakan Mudzakarah Perhajian Indonesia yang secara khusus bahwa penyelenggaraan haji itu ada beberapa persyaratan seperti Istithaah amaliyah ada disitu, Istitha’ah kesehatan serta Istitha’ah dalam konteks sosial politik.

Sejak tahun 2022, kata Hilman, Kemenag sudah melakukan antisipasi dengan membaca situasi ini jadi kita melakukan kajian yang intensif, mengundang para pakar, mengadakan Mudzakarah Perhajian secara Khusus bahwa haji itu ada beberapa persayaratan istithaah amaliyah ada disitu, Istithaah kesehatan, Istithaah dalam konteks sosial politik.

Ia bahkan berharap, konsep Istitha’ah ini bisa masuk kedalam ormas-ormas Islam yang jumlah jemaahnya cukup banyak dan bahkan secara internal bisa didiskusikan dalam bentuk sosialisasi serta dapat membangun kesadaran tentang bagaimana tantangannya kedepan, karena regulasi-regulasi ini tepat berubah setiap saat.

“Selain melibatkan Perguruan Tinggi dan Kanwil, Kita juga berharap bisa masuk kedalam ormas-ormas Islam yang jumlah jemaahnya cukup banyak, sehingga dapat langsung disosialisasikan,” jelasnya.

Khusus PTKIN, ia juga berharap bisa terlibat dalam menyusun struktur anggaran yang lebih terjaga dan dapat dorong menciptkaan ekosistem haji yang merupakan satu bagian dalam proses bisnis haji yang cukup lama belum tergarap dengan baik.

“PTKIN dapat dilibatkan juga untuk menyusun struktur anggaran dan mendorong menciptkaan ekosistem haji yang saat ini belum tergarap dengan baik,” tandasnya.

Penulis
Husni Anggoro