Selasa, 14 Februari 2023

Pastikan Kesiapan Musim Haji 1444 H, Kemenag Pessel Gelar Rakor Bersama Dinkes dan BPS Bipih

Pastikan Kesiapan Musim Haji

Painan (PHU) -- Untuk mematangkan persiapan penyelenggaraan Ibadah Haji musim haji 1444 H/ 2023 M, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Selatan menggelar rapat koordinasi persiapan pelaksanaan haji di ruang rapat kepala, Kamis (9/2/2023).

Rapat diikuti oleh Kasubbag TU, Yossef Yuda, Kepala Seksi PHU, Betriadi, beserta pelaksana, Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan, serta Bank Penerima Setoran Haji (BPS), yakni dari BSI, Bank Nagari Painan dan Bank Nagari Tapan.

Rapat koordinasi digelar bertujuan dalam rangka membahas persiapan penyelenggaraan ibadah haji musim haji 1444 H/ 2023 M.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Selatan, Abrar Munanda dalam sambutannya menjelaskan tentang pentingnya persiapan menjelang musim haji tahun 1444 H, hal ini tentunya terkait dengan peran dari berbagai pihak yang akan bersentuhan langsung dengan pelayanan para jemaah haji.

"Ini adalah bentuk dari kerja sama kita dalam rangka membahas langkah-langkah strategis apa yang perlu dipersiapkan dalam menghadapi musim haji tahun ini," ujarnya.

Abrar Munanda mengatakan pada tahun 2023 jemaah haji Kabupaten Pesisir Selatan mendapatkan kuota sebanyak 131 orang. Dari jumlah tersebut diantaranya merupakan lansia sehingga perlu penanganan lebih khusus.

"Ada sekitar 70 persen jemaah haji kategori lansia. Lansia ini berusia di atas 65 tahun," kata Abrar.

Abrar Munanda mengharapkan kepada Dinas Kesehatan untuk berusaha seoptimal mungkin untuk memberikan pelayanan terbaik karena sangat diperlukan pemeriksaan yang intens terhadap kesehatan bagi jamaah tersebut, terutama bagi jemaah yang lansia.

Pada kesempatan itu Abrar Munanda juga menyampaikan kebijakan terhadap pembinaan jemaah haji, seperti pelaksanaan manasik yang dilakukan oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) dan yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama melalui Seksi PHU atau dari Program Jendela Hati yang merupakan Inovasi Pelayanan Publik yang dilaunching oleh Kemenag Pessel terkait dengan penyelenggaraan haji.

Abrar berharap kepada segenap jajaran yang terkait agar siap dan sigap, mulai dari pendaftaran dan pelunasan para jemaah di bank, juga terkait dengan kesehatan jemaah, hingga pelaksanaan musim haji 1444 H dapat berjalan dengan baik dan lancar, mulai dari persiapan keberangkatan sampai pemulangan jemaah nantinya.

Sementara itu dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan Al Laily Fitri, didampingi Ira Nuraida, Petugas Haji Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan mengatakan, bahwa pihaknya telah mulai melaksanakan pemeriksaan kesehatan jemaah tahap satu sesuai dengan wilayah kerja masing-masing puskesmas di setiap kecamatan.

Laily lalu mengimbau agar semua jamaah segera memeriksakan kesehatan, karena dikhawatirkan kalau ada jamaah menderita penyakit kronis 

"Kita mengimbau kepada seluruh jamaah untuk segera memeriksakan kesehatannya, karena dikhawatirkan nanti jika ada jamaah yang menderita penyakit kronis. Dan jika itu memang ada maka akan dilanjutkan dengan pemeriksaan tahap kedua di rumah sakit," ujarnya.

Selain itu juga diminta kepada para jamaah, agar segera melakukan vaksin booster ketiga.

Kemudian dari pihak Bank Penerima Setoran pada intinya siap mendukung semua program pembinaan jemaah yang dilakukan oleh Kemenag Pessel melalui program Jendela hati.

 

"Kami siap bersinergi dalam mensukseskan program haji baik dalam bentuk dukungan bimbingan manasik setiap wilayah kerja mereka masing-masing dan juga mendukung melalui program aplikasi Siti Haji yang dikembangkan oleh Kemenag Pessel," ujar Kepala BSI Cabang Painan, Hendar Prasetyo. (zn)

Penulis
Kemenag Pessel

Tingkatkan Layanan Publik, Ditjen PHU Rencanakan Ruang Konsultasi dan Advokasi Haji

Tingkatkan Layanan Publik, Ditjen PHU Rencanakan Ruang Konsultasi dan Advokasi Haji


Jakarta (PHU) --- Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) berencana akan menghadirkan Ruang Konsultasi dan Advokasi Haji, atau RUKOSIJI. Ruang ini nantinya difungsikan untuk meningkatkan pelayanan publik. Hal ini disampaikan langsung Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Advokasi Haji pada Ditjen PHU, Haryanto, di Jakarta pada Jum’at (10/2/2023). 

“RUKOSIJI, atau Ruang Konsultasi dan Advokasi Haji, dilatarbelakangi oleh tugas utama kita yaitu untuk meningkatkan pelayanan publik kepada jemaah haji. Adanya harapan dari para jemaah terhadap kemampuan penyelenggara dalam melayani juga menjadi salah satu latar belakang untuk dihadirkannya RUKOSIJI ini,” ungkap Haryanto. 

Ia menyebutkan hadirnya ruang konsultasi sebagai salah satu upaya peningkatan pelayanan publik juga dapat menjadi sarana bagi jemaah haji untuk ikut terlibat di dalamnya.  

“Pelibatan jemaah haji dalam pelayanan publik juga penting. Harapannya, ruang yang kita hadirkan nanti dapat menjawab isu-isu publik yang berkembang di masyarakat terkait haji. Di dalamnya juga akan kita tugaskan tim untuk menjawab permasalahan dan menyampaikannya secara bijak dan transparan,” pungkas Haryanto. 

Pada kesempatan yang sama, Direktur Bina Haji Arsad Hidayat menyampaikan dukungannya terkait rencana hadirnya RUKOSIJI ini. 

“Kita harus membuat ruang dimana orang-orang bisa menyampaikan aspirasi serta melakukan konsultasi dan advokasi haji. Oleh karena itu, ide RUKOSIJI ini sangat bagus untuk mengakomodir kebutuhan kita akan ruang tersebut,” ujar Arsad. 

Ia kemudian menyampaikan kedepannya ruang konsultasi dan advokasi ini diharapkan tidak hanya hadir dalam bentuk fisik, namun juga secara daring. 

“Jadi tidak hanya dalam bentuk ruang fisik, tapi juga bisa di ‘ruang maya’ dalam bentuk saluran siaga atau hotline. Dengan ini orang bisa masuk kapan saja. Karena mau ada isu atau tidak, ruang konsultasi ini harus tetap selalu ada,” tandas Arsad. 

Untuk itu, ia menilai ruang konsultasi dan advokasi haji ini harus direncanakan secara matang, mulai dari identifikasi kebutuhan, tahapan mekanisme kerja, penugasan tim, pengelolaan kinerja, hingga pemanfaatan teknologi informasi.

Penulis
Mustarini Bella Vitiara

Jumat, 10 Februari 2023

Kemenag Aceh bekerjasama dengan UIN Ar-Raniry Kembali Gelar Program Sertifikasi Bimsik Haji dan Umrah

Kemenag Aceh bekerjasama dengan UIN Ar-Raniry Kembali Gelar Program Sertifikasi Bimsik Haji dan Umrah

Banda Aceh (PHU)--Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh melalui Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) dan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry lanjutkan Program Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji dan Umrah Secara Mandiri.

Program dsertifikasi ini merupakan angkatan perdana 2023, dan lanjutan dari program sebelumnya yang pernah sukses di UPT Asrama Haji, sebelum puncaknya pandemi. 

Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji dan Umrah kali ini mengambil tempat di Hotel Al-Hanifi Banda Aceh, dan akan berlangsung hingga Senin (13/2/2023), dengan target tercapainya 75 jam pelajaran.  Acara resmi dibuka oleh Rektor UIN Ar-Raniry, dalam hal ini diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Saifullah Idris

Analis Kebijakan Ahli Muda pada Seksi Bina Penyelenggara Umrah dan Haji Khusus Bidang PHU, Azhar mewakili Kanwil Kemenag Aceh melaporkan, bahwa kerjasama ini cukup strategis antara UIN Ar-Raniry dan Kanwil Kemenag Aceh dalam melahirkan pembimbing manasik haji dan umrah yang bersertifikat/terstandar. 

Dekan FDK Kusmawati Hatta menyampaikan dan mengulangi apa yang disebutkan Ustadz Azhar, bahwa kegiatan ini direncanakan akan akan ada tahap kedua dan ketiga dalam tahun ini. 

Dalam sambutannya ia menjelaskan, bahwa saat ini semuanya harus terstandar, sehingga sertifikasi haji dan umrah ini menjadi salah satu upaya dalam mewujudkan standarisasi petugas/pembimbing haji dan umrah. 

Sementara itu Kegiatan ini diikuti oleh 33 peserta dari berbagai daerah, baik dari Provinsi Aceh dan luar Aceh.

"Saya senang bisa bergabung dengan program di Aceh, moga bisa lulus," harap Ramlan, asal Medan. 

Peserta terdiri dari berbagai unsur, di antaranya Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), travel haji dan umrah, akademisi dan pegawai Kemenag.

Keterangan ini sebagaimana disampaikan oleh Abizal M Yati, selaku Asesor Sertifikasi Haji dan Umrah yang didampingi Sabirin selaku Ketua Panitia dan juga Wakil Dekan III FDK UIN Ar-Raniry, Asesor lainnya, Azhar (Kanwil) dan Mukhlis (UIN). 


Penulis Yakub

Editor Husni Anggoro

Sumber artikel
https://haji.kemenag.go.id/v4/gandeng-uin-ar-raniry-kemenag-aceh-kembali-gelar-program-sertifikasi-bimsik-haji-dan-umrah

Kemenag Ingatkan Komitmen Pelayanan Petugas Haji

 

Jakarta (Kemenag) - Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama akan segera menggelar seleksi Petugas Haji Daerah (PHD). Dirjen PHU Hilman Latief mengingatkan pentingnya komitmen pelayanan petugas dalam melayani jemaah haji. 

Hilman Latief mengapresiasi daerah yang telah memilih PHD yang memiliki semangat yang tinggi dalam melayani dan bukan untuk dilayani. “Kepala Biro Kesra telah membawa semangat memilah dan memilih calon PHD yang memiliki semangat melayani jemaah, bukan dilayani, karena tugasnya melayani tamu Allah namun saat di Tanah Suci kebalik malah dilayani. Kami minta komitmen itu,” kata Hilman dalam Sinkronisasi dan Rapat Teknis Admin Seleksi Calon Petugas Haji Daerah di Jakarta, Kamis (9/2/2023).

Hilman mengatakan, salah satu upaya perbaikan yang dilakukan di era normal adalah memperbaiki model seleksi perekrutan calon petugas haji. Terobosan ini penting mengingat tugas mereka tidak mudah.

Pada musim haji tahun 1444H/2023M, ada sekitar 64 ribu jemaah haji lanjut usia (lansia) yang harus difasilitasi dan dilayani. “Berdasarkan data yang kami miliki bahwa tahun ini ada kurang lebih 62ribu jemaah lanjut usia (lansia) yang harus kita fasilitas dan kita layani. Oleh karena itu kami mempersiapkan berbagai hal terkait mitigasi layanan lansia dengan standar, aspek kesehatan maupun layanan umumnya,” terang Hilman.

Petugas haji, sambung Hilman, akan diberikan wawasan khusus dalam menangani jemaah lansia. Tahun ini Kemenag memiliki tagline Haji Ramah Lansia.

“Petugas harus mempunyai semangat dan antusiasme yang tinggi serta mampu berkomunikasi dengan orang tua dengan menggunakan bahasa yang baik, dan memuliakannya atau ramah lansia," sebutnya. 

“Tantangan ke depan adalah pelayanan lansia yang penuh dengan antusiasme, tenaga full, energic serta bisa berbicara dengan orangtua menggunakan bahasa yang baik," sambungnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Bina Haji Arsad Hidayat serta Kepala Sub Direktorat Bina Petugas Muhammad Khanif, 34 Kepala Biro Kesra Sektetaris Daerah, para Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Agama Provinsi seluruh Indonesia.

Penulis
Ranita Erlanti Harahap